Bpk DANI
NUGRAHA:
- Mohon diingat bahwa ada batas
waktu 6 jam untuk melakukan SMS Aktivasi ke 2000 sejak menerima Notifikasi
BRADERHUD
- Proses maksimal 2x24 jam RBT/INS
terpasang di HP, sejak ada notifikasi balasan dari BRADERHUD.
- Hanya yang menerima notifikasi dari
BRADERHUD yang berhak melakukan SMS Aktivasi ke 2000 (Note : JANGAN LAKUKAN
INISIATIF KIRIM SMS KE NO 2000, JIKA BELUM ADA SMS NOTIFIKASI DARI BRADERHUD
AKAN KENA PENALTY) Harap mohon sabar menunggu. PENALTY akan
berpengaruh ke ROYALTY
- Sistem RBT sudah mengunci hanya
nomor-nomor ponsel terpilih saja yang akan diinject INS-BRADER (sementara
bertahap no TELKOMSEL terlebih dahulu)
- Minggu depan sudah berlaku sistem
Pinalty bagi member yang melakukan sms tanpa menerima notifikasi dari
BRADERHUD... Jangan lakukan karena merugikan member bersangkutan.
- SMS balasan ke no 2000 FREE/GRATIS ( Tidak kurangi/sedot/makan Pulsa dari HP pengirim) jika mengikuti aturan braderhud. Jangan coba2 lakukan inisiatif sms ke no 2000 akan memotong pulsa Anda, jenis Premium 2200/sms
Be Braders Be Your Self
==================================================
Demikian informasi Terupdate kita hari ini, semoga bermanfaat ya Brader’s and brasis’s SEGERA ikuti langkah berikut untuk Bergabung di Braderhud Community:
- DAFTAR GRATIS di link ini http://bit.ly/2N40dTx
- Daftarkan dulu *KELUARGA di bawah jaringan Anda sebelum mereka didaftarkan orang lain.Yang belum ber KTP bisa a/n Anda atau menggunakan NIK yang ada di KK.
- Segera ajak Saudara, teman untuk DAFTAR di BRADERHUD. JARINGAN Anda akan MEMBESAR. Ini Link-nya kalau tertarik bergabung https://www.braderhud.com/register/ref/085363033721
Segera
ajak keluarga/sahabat/relasi Anda bergabung di bisnis ini sebelum mereka
didaftarkan orang lain.
Noted: Sebelum izin SIUPL keluar pendaftaraan tetap
GRATIISSS....
Bukittinggi, --
Oktober2018
@Amrhy_02
@Amrhy_02
KOMPAS.com - Memilih
bidang pekerjaan yang sesuai dengan passion atau minat merupakan
cita-cita banyak orang. Bagaimana tidak, kita bisa bekerja dengan
bersemangat, menikmati, dan tentu hasilnya pun lebih optimal, dibanding
dengan melakukan sesuatu secara terpaksa.
Tetapi tak semua orang tahu apa yang menjadi passion dirinya. Anda bisa
mendapatkan berbagai cara menemukan passion di mesin pencarian Google.
Beberapa hal berikut juga bisa dipakai sebagai panduan untuk mengetahui
apa sebenarnya passion kita.
1. Gali dari rasa iri
Rasa iri tidak selamanya buruk, melainkan bisa jadi indikator dari
sesuatu yang orang lain punya dan kita inginkan. Certified Career and
Life Coach, Allison Task mengatakan dirinya kadang mengidentifikasi rasa
cemburu kliennya pada seseorang, untuk menemukan passion atau apa yang
mereka inginkan dalam karier.
Contohnya, jika iri dengan pekerjaan orang lain seperti pengacara.
Padahal, kamu tidak punya ketertarikan di bidang hukum. Coba gali apa
yang membuatmu iri? Apakah gengsinya? Pekerjaannya yang sering
jalan-jalan? Pakaian rapi? Kesejahteraan? Bagaimana dengan jam kerja
yang ketat hingga kehidupan pribadi dikesampingkan orang berprofesi
pengacara?
"Dari seseorang yang membuat kita iri, kita bisa mengenali aspek
spesifik dari pekerjaan atau hidup mereka yang juga ingin kita miliki,
bisa membantu menemukan komponen dari pekerjaan atau kehidupan yang
diinginkan," ujarnya.
Allison mengusulkan agar kita menemukan setidaknya tiga sampai lima
orang yang membuat kita "iri". Lalu, gali lebih dalam untuk menemukan
aspek apa dalam hidup mereka yang membuat kita juga ingin meraihnya.
2. Keahlian yang mau dipelajari
Allison menceritakan pengalamannya dengan seorang kliennya. Seorang ibu
yang benar-benar sibuk mengurusi anak-anak, orang tuanya, hewan
peliharaan, hingga siswa pertukaran pelajar. Sedangkan suaminya kerap
bepergiaan untuk kerja.
Dalam mendalami tahapan karirnya, belakangan ia menyadari bahwa dirinya
punya pekerjaan yang penting dan banyak orang bergantung padanya. "Dia
menikmati pekerjaan itu," kata allison.
Ia menginginkan punya kesempatan yang lebih untuk merawat dirinya
sendiri. Belakangan, ibu tersebut mengambil sertifikasi yoga. Bukan
karena ingin mengajar. Tapi ia ingin mempelajari bagaimana merawat diri
untuk kebahagiaan yang sejatu dalam mendapat pengetahuan.
Kita bisa menerapkan contoh tersebut pada diri kita masing-masing untuk
menemukan passion diri.
3. Siapa role modelmu?
Temukan setidaknya tiga orang role model atau panutan dalam hidup kita.
Lalu, pikirkan secara spesifik tentang masing-masing dari mereka yang
membuat kita terinspirasi. Misalnya, karena kecerdasannya, gebrakan yang
dibuat, kecantikannya, dan lainnya.
Hal ini bisa membantu kita untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang kita
miliki. Ini menjadi bagian dari apa passion kita yang sebenarnya.
Ilustrasi.
Ilustrasi.
4. Apa passion yang berhenti kamu kejar di pertengahan umur 20 Tahun
Banyak atlet atau musisi yang berhenti mengejar mimpinya pada umur
pertengahan 20 tahun karena masalah waktu, misalnya terhambat pekerjaan
penuh waktu.
Tanyakan, apa yang kira betul-betul sukai tapi berhenti mengejarnya
karena sejumlah alasan. Misalnya kita ingin jadi pemain basket. Saat
tidak bisa menjadi atlet, mungkin kita bisa memilih perspektif lainnya,
seperti menjadi penggemarnya, membuat komunitas, bahkan menjadi pelatih.
"Baik passion itu adalah karier maupun hobi, selalu ada jalan untuk
kembali meraihnya," kata Allison.
5. Keunikan diri
Beberapa orang ragu ketika diminta menyebutkan keunikan dirinya. Tujuan
mengenali keunikan diri bukan untuk sombong, tapi untuk lebih terbuka
mengenali diri sendiri. Keunikan-keunikan kecil yang ada pada diri kita
bisa jadi mengarahkan kita pada apa passion kita sebenarnya.
6. Tanyakan pada tiga sahabat, apa yang membuatmu spesial
Mungkin kita malu untuk membunyikan kelebihan diri kita. Tapi
sahabat-sahabat terdekat kita punya alasan mengapa dari banyak orang di
dunia ini, mereka memilih kita sebagai sahabat mereka. Apa yang
membuatmu spesial di mata mereka? Mungkin karena kamu humoris, dapat
dipercaya, atau orang yang perhatian.
Evaluasi apakah kelebihan Anda tersebut memang sejak dulu melekat dalam
kepribadian Anda atau terus berkembang. Cocokkan dengan jawaban pada
poin pertanyaan sebelumnya. Keunikan ini adalah yang membuatmu menjadi
kamu.
7. Kembali ke masa kecil
Masa kecil, salah satunya saat masih duduk di bangku sekolah dasar,
adalah masa yang membahagiakan dalam hidup. Apa yang menjadi kegemaran
kita saat itu? Apa yang kita pakai? Apa yang kita cita-citakan? Siapa
tokoh yang saat itu kita jadikan panutan? Dari jawaban tersebut kita
bisa mengaitkan dengan apa yang mungkin jadi passion kita.
Allison menceritakan salah satu kliennya yang saat masih kecil sangat
menyukai seni. Tapi hal itu tak didukung oleh orangtuanya. Walau kita
tidak bisa mendalami passion kita karena berbagai alasan, bukan berarti
saat dewasa kita tak bisa melanjutkannya. Ada banyak cara melakukannya,
misalnya dengan mengikuti kelas hobi yang sesuai passion.
8. Mengingat hari paling menyenangkan
Ingatlah hari-hari biasa yang paling berkesan untuk kita (bukan seperti
hari pernikahan, ulang tahun atau liburan). Secara detail ingatlah
bagaimana kita menghabiskannya. Alokasikan waktu sekitar 10 menit untuk
menuliskannya. Buat sedetail mungkin.
Allison mengakui banyak kliennya yang emosional bahkan sampai menangis
saat mengerjakan tugas ini. Sebab, mereka mengingat kembali
pengalaman-pengalaman hebat yang telah mereka lalui. Hal itu bisa
mengarahkan mereka kembali pada apa nilai dan passion mereka sebenarnya.
9. Cara menghabiskan uang
Jika diberi banyak uang yang sangat banyak, misalnya 100 miliar, sampai
kita tak perlu lagi bekerja seumur hidup, apa yang akan kamu lakukan?
Dengan mengenali jawabannya kita bisa mengenali apa yang kita inginkan
dan kontribusi apa yang bisa diberikan.
10. Jika perusahaanmu membayarmu untuk jadi relawan, bagaimana
menggunakan waktu tersebut?
Bagaimana kita menghabiskan waktu luang cukup memberikan informasi
tentang passion kita yang sebenarnya. Pikirkan kita tiba di suatu
tempat, tapi tanpa gawai apapun, apa yang akan kita lakukan? Cara kita
menggunakan kemampuan diri dan waktu, menggambarkan banyak soal passion
kita sebenarnya. Lebih baik jika passion tersebut bisa membantu hajat
hidup orang banyak.
PenulisNabilla Tashandra
EditorLusia Kus Anna
SumberReaders Digest
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menggali Diri untuk Menemukan "Passion"", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/22/124000220/menggali-diri-untuk-menemukan-passion-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menggali Diri untuk Menemukan "Passion"", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/22/124000220/menggali-diri-untuk-menemukan-passion-.
Penulis : Nabilla Tashandra
KOMPAS.com - Memilih
bidang pekerjaan yang sesuai dengan passion atau minat merupakan
cita-cita banyak orang. Bagaimana tidak, kita bisa bekerja dengan
bersemangat, menikmati, dan tentu hasilnya pun lebih optimal, dibanding
dengan melakukan sesuatu secara terpaksa.
Tetapi tak semua orang tahu apa yang menjadi passion dirinya. Anda bisa
mendapatkan berbagai cara menemukan passion di mesin pencarian Google.
Beberapa hal berikut juga bisa dipakai sebagai panduan untuk mengetahui
apa sebenarnya passion kita.
1. Gali dari rasa iri
Rasa iri tidak selamanya buruk, melainkan bisa jadi indikator dari
sesuatu yang orang lain punya dan kita inginkan. Certified Career and
Life Coach, Allison Task mengatakan dirinya kadang mengidentifikasi rasa
cemburu kliennya pada seseorang, untuk menemukan passion atau apa yang
mereka inginkan dalam karier.
Contohnya, jika iri dengan pekerjaan orang lain seperti pengacara.
Padahal, kamu tidak punya ketertarikan di bidang hukum. Coba gali apa
yang membuatmu iri? Apakah gengsinya? Pekerjaannya yang sering
jalan-jalan? Pakaian rapi? Kesejahteraan? Bagaimana dengan jam kerja
yang ketat hingga kehidupan pribadi dikesampingkan orang berprofesi
pengacara?
"Dari seseorang yang membuat kita iri, kita bisa mengenali aspek
spesifik dari pekerjaan atau hidup mereka yang juga ingin kita miliki,
bisa membantu menemukan komponen dari pekerjaan atau kehidupan yang
diinginkan," ujarnya.
Allison mengusulkan agar kita menemukan setidaknya tiga sampai lima
orang yang membuat kita "iri". Lalu, gali lebih dalam untuk menemukan
aspek apa dalam hidup mereka yang membuat kita juga ingin meraihnya.
2. Keahlian yang mau dipelajari
Allison menceritakan pengalamannya dengan seorang kliennya. Seorang ibu
yang benar-benar sibuk mengurusi anak-anak, orang tuanya, hewan
peliharaan, hingga siswa pertukaran pelajar. Sedangkan suaminya kerap
bepergiaan untuk kerja.
Dalam mendalami tahapan karirnya, belakangan ia menyadari bahwa dirinya
punya pekerjaan yang penting dan banyak orang bergantung padanya. "Dia
menikmati pekerjaan itu," kata allison.
Ia menginginkan punya kesempatan yang lebih untuk merawat dirinya
sendiri. Belakangan, ibu tersebut mengambil sertifikasi yoga. Bukan
karena ingin mengajar. Tapi ia ingin mempelajari bagaimana merawat diri
untuk kebahagiaan yang sejatu dalam mendapat pengetahuan.
Kita bisa menerapkan contoh tersebut pada diri kita masing-masing untuk
menemukan passion diri.
3. Siapa role modelmu?
Temukan setidaknya tiga orang role model atau panutan dalam hidup kita.
Lalu, pikirkan secara spesifik tentang masing-masing dari mereka yang
membuat kita terinspirasi. Misalnya, karena kecerdasannya, gebrakan yang
dibuat, kecantikannya, dan lainnya.
Hal ini bisa membantu kita untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang kita
miliki. Ini menjadi bagian dari apa passion kita yang sebenarnya.
Ilustrasi.
Ilustrasi.
4. Apa passion yang berhenti kamu kejar di pertengahan umur 20 Tahun
Banyak atlet atau musisi yang berhenti mengejar mimpinya pada umur
pertengahan 20 tahun karena masalah waktu, misalnya terhambat pekerjaan
penuh waktu.
Tanyakan, apa yang kira betul-betul sukai tapi berhenti mengejarnya
karena sejumlah alasan. Misalnya kita ingin jadi pemain basket. Saat
tidak bisa menjadi atlet, mungkin kita bisa memilih perspektif lainnya,
seperti menjadi penggemarnya, membuat komunitas, bahkan menjadi pelatih.
"Baik passion itu adalah karier maupun hobi, selalu ada jalan untuk
kembali meraihnya," kata Allison.
5. Keunikan diri
Beberapa orang ragu ketika diminta menyebutkan keunikan dirinya. Tujuan
mengenali keunikan diri bukan untuk sombong, tapi untuk lebih terbuka
mengenali diri sendiri. Keunikan-keunikan kecil yang ada pada diri kita
bisa jadi mengarahkan kita pada apa passion kita sebenarnya.
6. Tanyakan pada tiga sahabat, apa yang membuatmu spesial
Mungkin kita malu untuk membunyikan kelebihan diri kita. Tapi
sahabat-sahabat terdekat kita punya alasan mengapa dari banyak orang di
dunia ini, mereka memilih kita sebagai sahabat mereka. Apa yang
membuatmu spesial di mata mereka? Mungkin karena kamu humoris, dapat
dipercaya, atau orang yang perhatian.
Evaluasi apakah kelebihan Anda tersebut memang sejak dulu melekat dalam
kepribadian Anda atau terus berkembang. Cocokkan dengan jawaban pada
poin pertanyaan sebelumnya. Keunikan ini adalah yang membuatmu menjadi
kamu.
7. Kembali ke masa kecil
Masa kecil, salah satunya saat masih duduk di bangku sekolah dasar,
adalah masa yang membahagiakan dalam hidup. Apa yang menjadi kegemaran
kita saat itu? Apa yang kita pakai? Apa yang kita cita-citakan? Siapa
tokoh yang saat itu kita jadikan panutan? Dari jawaban tersebut kita
bisa mengaitkan dengan apa yang mungkin jadi passion kita.
Allison menceritakan salah satu kliennya yang saat masih kecil sangat
menyukai seni. Tapi hal itu tak didukung oleh orangtuanya. Walau kita
tidak bisa mendalami passion kita karena berbagai alasan, bukan berarti
saat dewasa kita tak bisa melanjutkannya. Ada banyak cara melakukannya,
misalnya dengan mengikuti kelas hobi yang sesuai passion.
8. Mengingat hari paling menyenangkan
Ingatlah hari-hari biasa yang paling berkesan untuk kita (bukan seperti
hari pernikahan, ulang tahun atau liburan). Secara detail ingatlah
bagaimana kita menghabiskannya. Alokasikan waktu sekitar 10 menit untuk
menuliskannya. Buat sedetail mungkin.
Allison mengakui banyak kliennya yang emosional bahkan sampai menangis
saat mengerjakan tugas ini. Sebab, mereka mengingat kembali
pengalaman-pengalaman hebat yang telah mereka lalui. Hal itu bisa
mengarahkan mereka kembali pada apa nilai dan passion mereka sebenarnya.
9. Cara menghabiskan uang
Jika diberi banyak uang yang sangat banyak, misalnya 100 miliar, sampai
kita tak perlu lagi bekerja seumur hidup, apa yang akan kamu lakukan?
Dengan mengenali jawabannya kita bisa mengenali apa yang kita inginkan
dan kontribusi apa yang bisa diberikan.
10. Jika perusahaanmu membayarmu untuk jadi relawan, bagaimana
menggunakan waktu tersebut?
Bagaimana kita menghabiskan waktu luang cukup memberikan informasi
tentang passion kita yang sebenarnya. Pikirkan kita tiba di suatu
tempat, tapi tanpa gawai apapun, apa yang akan kita lakukan? Cara kita
menggunakan kemampuan diri dan waktu, menggambarkan banyak soal passion
kita sebenarnya. Lebih baik jika passion tersebut bisa membantu hajat
hidup orang banyak.
PenulisNabilla Tashandra
EditorLusia Kus Anna
SumberReaders Digest
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menggali Diri untuk Menemukan "Passion"", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/22/124000220/menggali-diri-untuk-menemukan-passion-.
Penulis : Nabilla Tashandra
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menggali Diri untuk Menemukan "Passion"", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/01/22/124000220/menggali-diri-untuk-menemukan-passion-.
Penulis : Nabilla Tashandra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar